Kabar mengejutkan datang dari panggung hiburan dunia. Kebijakan anggaran terbaru dari Gubernur California, Gavin Newsom, yang membatasi insentif pajak bisnis justru memicu kekhawatiran besar. Langkah ini dinilai blunder karena bisa memicu gelombang PHK massal di industri film Hollywood yang saat ini sedang berjuang untuk bangkit.
Merespons ancaman tersebut, sekitar tiga puluh anggota parlemen California melayangkan surat protes kepada Gavin Newsom pada Jumat lalu. Mereka mendesak sang gubernur untuk memberikan pengecualian khusus bagi program kredit pajak film dan televisi. Jika tidak diubah, kebijakan ini dinilai bakal melumpuhkan daya saing industri kreatif di negara bagian tersebut.
Aturan baru ini membatasi pemotongan pajak bisnis maksimal sebesar 5 juta dolar AS atau 70 persen dari total kewajiban pajak mulai tahun 2030. Anggota parlemen mengaku kecolongan karena awalnya mengira pembatasan ini tidak akan menyasar industri film. "Perubahan ini sangat signifikan dan akan menghasilkan kehilangan pekerjaan yang besar jika kita tidak memperbaikinya," ujar Rick Zbur, anggota parlemen dari Los Angeles.
Asosiasi Film (MPA) bersama koalisi serikat hiburan juga menyuarakan kekhawatiran serupa melalui surat terpisah. Mereka menilai ketidakpastian ini membuat studio produksi ragu apakah janji insentif pajak dari pemerintah masih bisa dicairkan atau tidak. Padahal, industri film Hollywood baru saja dihantam bertubi-tubi oleh pandemi, mogok kerja massal penulis dan sutradara pada 2023, hingga pemotongan anggaran besar-besaran.