Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan barat setelah penyiar radio legendaris Howard Stern dilaporkan memecat belasan stafnya melalui aplikasi Zoom. Tidak hanya itu, pria yang dulunya dijuluki "King of all Media" ini juga memangkas jadwal siarannya di Sirius menjadi hanya sekali seminggu setelah Labor Day mendatang. Sisa slot siarannya dikabarkan hanya akan diisi oleh rekaman arsip lama.
Langkah ini langsung memicu gelombang kritik pedas, salah satunya dari jurnalis Kirsten Fleming. Stern yang kini sudah menginjak usia 72 tahun dinilai hanya sedang memaksakan diri demi ego dan pundi-pundi uang yang sebenarnya sudah melimpah. Padahal, masa kejayaannya dianggap sudah lewat dan kini ia hanyalah satu dari sekian banyak suara di ruang podcast yang makin sesak.
Ironisnya, Stern dinilai mengalami kejatuhan akibat perilakunya sendiri yang kini berubah drastis menjadi apa yang dulu sering ia ejek. Mantan penyiar garang ini dicap telah kehilangan taring dan sensitivitasnya terhadap audiens seiring keputusannya memuja gaya hidup selebritas. Data menunjukkan bahwa penonton unik di laman YouTube miliknya merosot tajam dari 4,5 juta pada Juni 2024 menjadi 3,1 juta pada tahun lalu.
Banyak pihak menyarankan agar Stern meniru langkah para legenda hiburan lain seperti Jerry Seinfeld atau David Letterman yang memilih mundur saat berada di puncak karier. Daripada terus memaksakan program yang dinilai sudah "mati" dan kehilangan daya pikat, pensiun dinilai menjadi pilihan terbaik. Seperti kata pepatah dari lirik lagu Neil Young, "lebih baik terbakar habis daripada memudar perlahan".